Rabu, 02 Juli 2014

Etika Penggunaan Gadget, Dampak Positif&Negatif serta Contoh Kasus

ETIKA PENGGUNAAN GADGET

Kehadiran smartphone sangat membantu dalam menunjang aktivitas dan produktivitas penggunanya. Namun terkadang fungsinya yang pintar membuat penggunanya kurang memaksimalkan penggunaan ponselnya.  Bahkan yang sering terjadi adalah pengunaan yang tidak tepat, salah waktu, atau salah tempat. Tidak heran jika disekitar banyak ditemui, orang yang sering asyik dengan gadget-nya dibandingkan keadaan di sekelilingnya. Ada beberapa aktivitas yang sebaiknya kita hindari saat sedang menggunakan ponsel atau gadget lain. Atau sebaliknya, jauhkan ponsel dari jangkauan ketika dalam kondisi tertentu. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan smartphone:

1.             Menelepon.
Seringkali kita diharuskan untuk melakukan komunikasi obrolan jarak jauh ini, namun terkadang situasinya adalah ada orang-orang yang berada di sekeliling kita. Jika situasi ini terjadi, maka diusahakan agar meminta izin terlebih dahulu sebelum menjawab telepon. Apabila sedang dalam keadaan menelepon, usahakan untuk tidak menatap orang lain. Jangan pula berteriak karena hal itu akan cukup menganggu. 

2.            Pesan / chat.
Izinlah terlebih dahulu jika ingin membalas pesan atau chat penting yang masuk saat bersama orang. Apalagi jika situasinya penting saat sedang rapat ataupun wawancara kerja.

3.            Sedang stress atau pikiran kacau
Dalam kondisi ini sebaiknya hindari memposting status di media social seperti facebook maupun twitter, maupun kirim SMS atau pesan teks ke orang lain. Sebab hanya akan membuat pesan anda jadi kacau, emosional, dan membuat pembacanya ikut terpancing emosi.

4.            Sedang berjalan kaki
Waspada saja kalau ada mobil atau motor mendadak menyerempet anda akibat anda tidak sadar sudah berjalan di jalur yang salah. Atau bisa jadi tiba-tiba anda terjatuh dalam lubang, terbentur pohon maupun tiang listrik.

5.            Sedang di antrean
Antre memang menyebalkan. Biasanya orang akan berusaha asyik dengan gadgetnya untuk membunuh waktu. Hanya akan lebih menyebalkan lagi kalau antrean jadi terhenti akibat anda tidak maju ke depan cuma karena keasyikan SMS-an.

6.            Mengemudi
Seberapa penting pesan ataupun telepon, jangan hiraukan saat Anda berkendara. Ini sangat penting! Karena nyawa tidak akan pernah tergantikan. Kecelakaan karena asyik dengan ponsel saat mengemudi sudah banyak terjadi. Hindarilah memegang ponsel atau perangkat mobile lain selama mengemudi, demi keselamatan Anda dan orang lain. Jika keadaannya sedang menuju teman yang sedang menunggu, bilanglah sebelum berangkat jika Anda tidak membalas berarti Anda sedang dalam perjalanan. 

7.            Diskusi
Sedang meeting atau diskusi dengan atasan, orang tua, teman, guru, atau siapapun itu, tapi anda justru lebih serius menatap layar ponsel. Rasanya menyebalkan sekali. Coba lupakan sejenal ponsel atau gadget canggihmu itu sejenak agar konsentrasimu tidak terbagi.

8.            Ringtone
Gunakanlah ringtone  yang tepat. Pasanglah ponsel dalam keadaan sunyi (silent) pada situasi-situasi sosial, rapat, atau keagamaan.
9.            Games
Jangan bermain games saat sedang produktif atau kerja, meskipun tidak ada pengawas. Karena hal ini akan menjadi kebiasaan. Saat sedang menunggu, anda bisa menggunakan smartphone untuk bermain games. Namun berhentilah ketika dia datang. Jika Anda terus melanjutkan dalam jangka waktu lama, tentu hal tersebut akan menimbulkan perasaan tidak enak pada teman yang baru datang tersebut. 

DAMPAK DARI PENGARUH GADGET
Dampak pengaruh Gadget terutama pada perkembanan anak sangat banyak. Dampak yang diberikan dari segi pendidikan di Indonesia terbagi dua yaitu, dampak positif dan dampak negatif.

1.  Dampak Positif

·         Menambah Pengetahuan
Dengan menggunakan gadget yang berteknologi canggih, anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi mengenai tugas nya disekoloah. Misalnya kita ingin browsing internet dimana saja dan kapan saja yang ingin kita ketahui. Dengan demikian dari internet kita bias menambah ilmu pengetahuan.

·         Memperluas Jaringan Persahabatan
Gadget dapat memperluas jaringan persahabatan karena dapat dengan mudah dan cepat bergabung ke social media. Jadi, kita dapat dengan mudah untuk berbagi bersama teman kita.

·         Mempermudah Komunikasi
Gadget merupakan salah satu alat yang memiliki tekonologi yang canggih. Jadi semua orang dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia.

2.  Dampak Negatif

·         Mengganggu Kesehatan
Gadget dapat mengaganggu kesehatan manusia karena efek radiasi dari teknologi sangat berbahaya bagi kesehatan manusia terutama pada anak-anak yang berusia 12 tahun kebawah. Efek radiasi yang berlebihan dapat mengakibatkan penyakit kanker.

·         Dapat Mengganggu Perkembangan Anak
Gadget memilki fiture-fiture yang canggih seperti, kamera, video, games dan lain-lain. Fiture itu semua dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Misalnya ketika guru menerangkan pelajaran di depan salah satu siswa bermain gadget nya di belakang atau bias juga di pergunakan sebagai alat untuk hal-hal yang tidak baik.

·         Dapat Mempengaruhi perilaku Anak
Dengan kecanggihan yang diberikan oleh gadget. Maka anak-anak dapat dengan mudah mendownload video-video yang bukan tontonannya.

·         Rawan Terhadap Tindak Kejahatan
Setiap orang pasti ada yang memiliki sifat update di mana saja. Jadi orang ingin berbuat kejahatan dengan mudah mencari nya dari hasil update nya yang boleh dibilang terlalu sering.

CONTOH KASUS:

Ketika Si Kecil Kecanduan Gadget 

Seiring perkembangan zaman yang berimbas pada kemajuan pesat dibidang teknologi, berbagai gadget dengan segala fitur menariknya terus bermunculan. Hal seperti ini sedikit banyak memberikan dampak pada perkembangan dan pola hidup seorang anak. Bagaimana tidak dengan bermacam fasilitas yang tersedia seperti games, musik, film, dan sebagainya membuat anak lebih senang menghabiskan waktu bersama gadget kesayangannya katimbang belajar dan bersosialisasi dengan teman sebayannya.
Hasilnya anak akan tumbuh menjadi individu yang egois dan individualis. Selain itu semangat belajarnya yang menurun juga dapat berakibat negatif pada prestasinya disekolah. Bahkan pada banyak kasus juga ditemukan bahwa anak – anak yang telah kecanduan dengan gadget akan kehilangan sebagian waktu untuk tidurnya. Hal ini jelas sangat tidak baik untuk kesehatan.
Oleh sebab itu, masalah ini tentu tak boleh dibiarkan begitu saja dan mengganggu perkembangnnya. Lantas bagaimana cara mengatasinya? Dalam mengatasi masalah ini tentu orang tua memegang andil yang sangat besar.
Tips mengatasi si kecil yang kecanduan gadget:
Pertama usahakan untuk tidak memperkenalkan gadget terlalu dini pada anak.Usahakan untuk memberikan gadget kepada anak saat ia sudah bisa membedakan mana yang sekiranya baik dan mana yang tidak. Dengan demikian diharapkan anak akan dapat membedakan waktu bermain gadget dengan waktu untuk melakukan tugas lainnya.
Kedua berikan pemahaman kepada anak tentang cara yang baik dalam menggunakan gadget. Anak – anak memang akan sedikit sulit diberi pemahaman ketika ia telah menyukai sesuatu. Namun meskipun demikian tentu bukan berarti anda tidak bisa melakukannya, intinya selalu berikan pengarahan dan pemahaman kepada si kecil bagaimana dan kapan sebaiknya ia bermain dengan gadgetnya.
Ketiga berikan contoh nyata. Cara ketiga ini adalah yang paling berpengaruh pada anak. Pasalnya pada anak – anak tingkat imitasi atau menirunya sangat kuat, dengan demikian ketika anak melihat anda menggunakan gadget di setiap waktu maka ia juga pasti akan meniru anda. Oleh sebab itu usahakan untuk mengajarkan kapan sebaiknya gadget digunakan dan kapan sebaiknya dinonaktifkan.
Sumber:






Sabtu, 31 Mei 2014

Kode Etik Profesi Programmer

PENGERTIAN PROGRAMMER

Programmer Komputer adalah profesi yang bertugas untuk membuat sebuah program melalui bantuan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan melalui otomasi dengan bantuan perangkat lunak atau software. Tugas inti dari seorang programmer sama seperti tugas sebuah program itu sendiri. Sebuah program itu didesain dan dikembangkan agar mampu membatu manusia sebagi pengguna (user) dalam mengatasi kegiatan kesehariannya. Jadi, tugas seorang programmer komputer adalah menolong manusia menyelesaikan kegiatan sehari-harinya dengan bantuan komputer. Dari hal tersebut, terlihat jelas bahwa seorang programmer komputer merupakan orang yang sangat berjasa kepada masyarakat, seperti halnya dokter, perawat, akuntan dan lainnya.Programmer.

Programmer adalah individu yang bertugas dalam hal rincian implementasi, pengemasan, dan modifikasi algoritma serta struktur data, dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu. Deskripsi Pekerjaan :

a) Menulis program (coding) dengan menggunakan pemograman tertentu ( VB, VB.NET, Java ).
b) Memahami konsep basis data.
c) Mampu mengoperasikan aplikasi basis data.
d) Melakukan pengujian terhadap aplikasi program.
e) Melakukan analisis terhadap aplikasi program.
f) Melakukan riset , desain, dokumentasi dan modifikasi aplikasi software.
g) Melakukan analisis dan memperbaiki kerusakan (error ) pada software dengan tepat dan cara yang akurat.
h) Menyediakan status laporan aplikasi yang diperlukan.

KODE ETIK PROGRAMMER

Pemrograman komputer membutuhkan sebuah kode etik, dan kebanyakan dari kode-kode etik ini disadur berdasarkan kode etik yang kini digunakan oleh perkumpulan programmer internasional. Kode etik seorang programmer adalah sebagai berikut :

1. Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
2. Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengansengaja.
3. Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
4. Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta
kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
5. Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh
pihak kedua tanpa izin.
6. Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
7. Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam
suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
8. Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode
programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
9. Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
10. Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam
pengembangan suatu proyek.
11. Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
12. Tidak boleh mempermalukan profesinya.
13. Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
14. Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
15. Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.

Pada umumnya, programmer harus mematuhi “Golden Rule”: Memperlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Jika semua programmer mematuhi peraturan ini, maka tidak akan ada masalah dalam komunitas.

Selasa, 20 Mei 2014

UU No.36 Tahun 1999 Pasal 27 mengenai Tarif

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI


Bagian Kedelapan Pasal 27 mengenai Tarif

“Susunan tarif penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan atau tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi diatur dengan Peraturan Pemerintah.”
Lebih lanjut mengenai tarif penyelenggaraan telekomunikasi ada pada peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi yaitu Pasal 34 yang berbunyi “ (1) Tarif penyelenggaraan telekomunikasi terdiri atas tarif penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi. (2) Susunan tarif penyelenggaraan telekomunikasi terdiri atas jenis dan struktur tarif.”
Pada tahun 2005 menteri komunikasi dan informatika membuat peraturan menteri komunikasi dan informatika dengan nomor: 22/per/m.kominfo/10/2005 tentang petunjuk pelaksanaan tarif atas penerimaan negara bukan pajak dari pungutan biaya hak penyelenggaraan telekomunikasi. Bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2005 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Komunikasi dan Informatika, dipandang perlu menetapkan Petunjuk Pelaksanaan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak Dari Pungutan Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika.
Selanjutnya, peraturan pemerintah republik indonesia nomor 7 tahun 2009 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada departemen komunikasi dan informatika. bahwa dengan adanya penyesuaian jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2005 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika, perlu diatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika.
Adapun jenis-jenis tarif baik tarif penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut :
                
1. Tarif penyelenggaraan jaringan telekomunikasi terdiri dari tarif sewa jaringan dan biaya interkoneksi.
2. Tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan tetap terdiri dari tarif jasa teleponi dasar sambungan lokal, sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), tarif jasa nilai tambah teleponi, dan tarif jasa multimedia.
3. Tarif penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan bergerak terdiri dari tarif air-time, tarif jelajah, dan tarif jasa multimedia.

Kamis, 03 April 2014

Etika Profesi Guru

Etika

Dibawah ini merupakan beberapa pengertian dari etika:

(Keraf ,1998) Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos (tunggal) atau ta etha (jamak) yang berarti watak, kebiasaan dan adat istiadat. Pengertian ini berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain.

(Muslich ,1998) Etika sebagai filsafat moral atau ilmu yang mendekatkan pada pendekatan kritis dalam melihat dan memahami nilai dan norma moral yang timbul dalam kehidupan masyarakat.

Profesi 

Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keah-lian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.
  
Prinsip Etika Profesi Guru
 
(Soetjipto,1999) Tuntutan dasar etika profesi luhur yang pertama ialah agar profesi itu dijalankan tanpa pamrih. Dr. B. Kieser menuliskan:

“Seluruh ilmu dan usahanya hanya demi kebaikan pasien/klien. Menurut keyakinan orang dan menurut aturan-aturan kelompok (profesi luhur), para profesional wajib membaktikan keahlinan mereka semata-mata kepada kepentingan yang mereka layani, tanpa menghitung untung ruginya sendiri. Sebaliknya, dalam semua etika profesi, cacat jiwa pokok dari seorang profe-sional ialah bahwa ia mengutamakan kepentingannya sendiri di atas kepentingan klien.”

Kedua adalah bahwa para pelaksana profesi luhur ini harus memiliki pegangan atau pedoman yang ditaati dan diperlukan oleh para anggota profesi, agar kepercayaan para klien tidak disalahgunakan. Selanjutnya hal ini kita kenal sebagai kode etik. Mengingat fungsi dari kode etik itu, maka profesi luhur menuntut seseorang untuk menjalankan tugasnya dalam keadaan apapun tetap menjunjung tinggi tuntutan profesinya.

Tuntutan Guru

Di atas telah dijelaskan tentang mengapa profesi guru sebagai profesi khusus dan luhur. Berikut akan diuraikan tentang dua tuntutan yang harus dipilih dan dilaksanakan guru dalam upaya mendewasakan anak didik. Tuntutan itu adalah(Suharsimi,1980) :

1. Mengembangkan visi anak didik tentang apa yang baik dan mengembangkan self esteem anak didik.
2. Mengembangkan potensi umum sehingga dapat bertingkah laku secara kritis terhadap pilihan-pilihan. Secara konkrit anak didik mampu mengambil keputusan untuk menentukan mana yang baik atau tidak baik.

Prilaku Etika Profesi :
Pertanggungjawaban (reponsibility)
Pengabdian (dedication)
Kesetiaan (loyalitas)
Kepekaan (sensitivity)
Persamaan (equality)
Kepantasan (equity)

Etika Keguruan
 
(Suharsimi,1993)Sebenarnya kode etika pada suatu kerja adalah sifat-sifat atau ciri-ciri vokasional, ilmiah dan aqidah yang harus dimiliki oleh seorang pengamal untuk sukses dalam kerjanya. Lebih ketara lagi ciri-ciri ini jelas pada kerja keguruan. 

Ciri-Ciri Umum Seorang Guru 

ciri-ciri itu tidak terkeluar dan sifat-sifat dan aspek-aspek berikut(Soetjipto,1999):

1. Tahap pencapaian ilmiah
2. Pengetahuan umum dan keluasan bacaan
3. Kecerdasan dan kecepatan berfikir
4. Keseimbangan jiwa dan kestabilan emosi
5. Optimisme dan entusiasme dalam pekerjaan
6. Kekuatan sahsiah
7. Memelihara penampilan(mazhar)
8. Positif dan semangat optimisme
9. Yakin bahawa ia mempunyai risalah(message)

Kode Etik Guru Indonesia:
1.Guru berbakti menjunjung peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila
2.Guru memiliki dan melaksanakan  kejujuran profesional
3.Guru berusaha memperoleh informasi  tentang pesesta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan penyuluhan
4.Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar
5.Guru memelihara hubungan seprofesi, semanagat kekeluargaaan dan kesetiakawanan sosial

Sumber :

http://biotechs.wordpress.com/2011/02/01/etika-profesi-guru/
 

Minggu, 16 Maret 2014

CASE (Computer Aided Software Engineering) TOOLS


 CASE merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau beberapa fase dalam life-cyclesoftware, termasuk fase analisis, desain, implementasi dan maintenance dari software tersebut.

Manfaat CASE Tool diantaranya adalah :

  • Meningkatkan kecepatan
CASE Tool memberikan otomatisasi dan mengurangi waktu untu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan, khususnya pekerjaan yang melibatkan penggambaran diagram dan yang berhubungan dengan spesifikasi.

  • Meningkatkan Akurasi
CASE Tool dapat menyediakan debugging dan error checking berkelanjutan yang mana sangat penting menghilangkan kerusakan secara dini, yang berperan penting dalam mementuk software yang modern. Jika koreksi dilakukan di tahap awal, misalnya tahapan desain, maka akan menghemat waktu dan tenaga. Saat system bertambah besar, system akan lebih susah untuk dimodifikasi. Pencarian error menjadi lebih sulit.

  • Mengurangi Waktu Perawatan
CASE menyediakan tool untuk reenginering yang penting karena membuat proses menjadi efisien, hemat waktu, dan murah dengan cara menemukan bagian-bagian yang lama dari sistem yang dapat dipakai kembali.

  • Dokumentasi yang lebih baik
Banyak tools memiliki revisi-revisi untuk komentar dan catatan mengenai pengembangan sistem dan perawatannya.

  • Pemrograman oleh Non Programmer
Dengan berkembangnya teknologi berorientasi objek dan client server, pemrograman dapat juga dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman. Penting untuk memahami logika program dan memiliki kemampuan untuk menganalisis organisasi program yang dipakai dalam membangun software yang baik. Dengan menggunakan lower case tool, dimungkinkan untuk mengembangkan software dari desai awal dan tahap analisis.

  • Manfaat yang tak tampak
CASE Tool dapat digunakan untuk mmengikut sertakan pemakaii, sehingga didapatkan penerimaan yang baik terhadap sistem yang baru.

CASE tools dibagi menjadi beberapa kategori:
  1. Information engineering-supporting products. Ada beberapa proses dari life-cycle, yang dihasilkan dari rencana strategis dari perusahaan dan yang menyediakan suatu repository untuk membuat dan memelihara enterprise models, data models dan process models.
  2. Structured diagramming-supporting products. Produk ini sangat mendukung dalam memodelkan data flow, control flow dan entity flow.
  3. Structured development aids-providing products. Merupakan produk yang cocok digunakan oleh sistem analis, karena didukung oleh suatu proses terstruktur sehingga penganalisaan lebih cepat dan akurat.
  4. Application-code-generating products. Produk ini mampu menghasilkan application-code untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh designer.
Jenis-Jenis CASE Tool adalah sebagai berikut :

·         Upper CASE Tool

Tool ini digunakan untuk merencanakan sistem, analisis sistem, dan desain umum sistem

Contoh Software Upper Case :

1. Photoshop : perangkat lunak editor citra buatan adobe system yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek.
2. Ken Rename : software dengan utilitas untuk mengubah nama tambahan jumlah file dan memiliki pohon direktori untuk memilih file.Ken rename memiliki banyak kebiasaan pintas keyboard untuk membantu pengguna memastikan aliran cepat dan mudah dari aplikasi.
3. Adobe Premier : perangkat lunak editor yang dikhususkan untuk pengeditan video/film dengan berbagai efek.
4. Batch File Rename : Aplikasi yang mempu mengkonversi file ke dalam share point kompatibel serta format yang kompatibel internet dan menyediakan fitur yang berbeda untuk nomor renumbering urutan dan mengubah nama file musik Mp3 dengan bantuan tag seperti album,judul.
5. Software Password Generator : program yang dirancang untuk menghasilkan crack,pasword dengan mudah dan cepat,kita dapat mengubah password yang sangat kuat hingga 128 panjang karakter untuk semua acount.sementara untuk membuat sandi,kita dapat menggunakan huruf,angka,simbol,dan juga sebagai kombinasi.
6. ACSESE
7. VISIO
8. NAFICAT

·         Lower CASE Tool

Tool ini digunakan untuk desain sistem secara detail, implementasi sistem, dan dukungan sistem

Contoh Software Lower Case :

1. Java : bahasa pemograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon dan dapat dikembangkan ke dalam berbagai aplikasi.
2. Netbeans : Software untuk pengembangan aplikasi desktop java,dan sebuah Integrated Development Environment (IDE) yang dibangun menggunakan platform NetBeans.Platform NetBeans memungkinkan aplikasi dibangun dari sekumpulan komponen perangkat lunak moduler (arsip java yang memuat kelas-kelas java untuk berinteraksi dengan NetBeans Open API dan file manifestasi yang mengidentifikasinya sebagai modul.
3. BPM ( bussiness process management ) tool : perangkat lunak yang disediakan untuk membantu organisasi dalam mengelola proses bisnis yang dimilikinya mulai dari tahap perancangan, lalu otomasi (komputerisasi), kemudian eksekusi, hingga tahap monitoring.
4. Visual Basic : Pemograman yang mudah digunakan untuk pengembangan aplikasi,baik itu aplikasi kecil maupun aplikasi besar.
5. Desk Tool : alat yang dapat digunakan untuk meminimalkan aplikasi apapun,juga dapat membuat aplikasi transparan.Desk Tool merupakan paket dengan banyak tools canggih lainnya seperti CritHide (menyembunyikan semua aplikasi yang berisi kata kunci particular).
6. MS SQL
7. FOXPRO
8. ORACLE
9. INNOSET UP
10.VB DEPLOYMENT

·         Cross Life Cycle Case Tools

Tool ini mendukung keseluruhan life cycle, seperti halnya manajemen proyek dan perkiraan biaya, dan sebagainya

·         Case Tool For System Planning

Tool ini membantu analis menangkap, menyimpan, dan menganalisis model bisnis. Contoh tool ini adalah Knowledger’s ADW Planning Workbench. Tool ini membantu menggambarkan sasaran bisnis, tujuan, critical success factor, masalahmasalah, struktur organisasi, kebutuhan informasi, kebutuhan fungsional, dan sebagainya. Informasi-informasi ini dapat dimasukkan dalam bentuk model (gambar), deskripsi, dan matriks.

·         CASE Tools for systems Analysis and Design

Membantu analis mengekspresikan kebutuhan-kebutuhan user dengan lebih baik, menganjurkan solusi desain dan menganalisis informasi untuk konsistensi, kelengkapan, dan integritas. Contoh dari tool ini adalah :

·         ADW Analysis, Design and RAD Workbenches dari Knowledgeware

·         Excelerator/IS dan Excelerator II dari Inersolve

·         System Architect dari Popkin Software

Tool-tool ini membantu analis mengekspresikan kebutuhan dan desain dalam bentuk model grafis dan deskripsi-deskripsi yang menunjang. Tool-tool ini memiliki kemampuan analitik untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan model dan deskripsi.

·         CASE Tool for system design and implementation

Tool ini membantu programmer aplikasi meningkatkan produktivitas dan kualitas. Tool ini ditujukan untuk desain yang rinci dan implementasi sitem dan membantu desainer dan programmer lebih cepat membangun software aplikasi.

·         CASE Tool for system support

Tool ini membantu meresttukturisasi kode program yang ada ata yang lama agar lebih mudah dirawat, merekayasa ulang program untuk mengakomodasi teknologi baru, memulihkan informasi-informasi yang bisa dipakai dan membangun kembali sistem informasi dengan menggunakan modul-modul program, dan menentukan kapan biaya perawatan melebihi manfaatnya.

·         Reverse Engineering Tools

Tool ini menjembatani lower-case tool dan uppe case tool. Tool ini membantu dalam proses menganalisis kode program aplikasi dan database yang ada untuk membuat representasi kode yang lebih tinggi tingkatannya.

Tahapan dalam menggunakan suatu CASE toolsyang harus dilakukan terlebih dahulu. Diantaranya:
  1. Lakukan studi terhadap teknologi yang ada agar kita bisa mempersiapkan dampak perubahan teknologi yang akan terjadi nantinya, sehingga model yang dibangun nantinya bisa fleksibel terhadap perubahan.
  2. Evaluasi bagaimana jika organisasi yang sudah ada harus dibangun ulang agar bisa mengambil keuntungan dari teknologi baru.
  3. Tetapkan suatu ketentuan untuk mengganti sistem yang lama dengan teknologi baru yang paling efektif.
  4. Tentukan suatu metodologi pembangunan sistem.
Setelah melakukan tahapan-tahapan tersebut, barulah kita bisa menentukan CASE tools yang akan dipakai, misalnya : Poseidon for UML atau ArgoUML.

ArgoUML

ArgoUML merupakan suatu tools interaktif yang digunakan untuk mendesain, membangun dan mendokumentasikan perangkat lunak berbasis objek. ArgoUML dibangun oleh Jason Robbins bersama rekan-rekannya di Universitas California.

ArgoUML digunakan oleh para desainer, developer, analis, dan yang lainnya yang terlibat dalam analisa, desain dan pembangunan suatu perangkat lunak. Salah satu keunggulannya adalah 100% platform independent dan open source. Sebenarnya ArgoUML sendiri tidak untuk diproduksi/dipasarkan secara resmi. Ada beberapa masalah yang mungkin timbul ketika digunakan. Dibandingkan dengan tools serupa yang komersil, ArgoUML bisa dikatakan kurang stabil. Namun karena itulah ArgoUML bersifat open source, tujuannya agar kita bisa memperluas dan mengcustomize sendiri fitur-fitur yang diinginkan serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ditemukan.

Untuk tujuan pendidikan dan komersil, ArgoUML bisa dikatakan menarik banyak peminat. Ini terbukti sampai pada pertengahan tahun 2001 sudah tercatat 100.000 orang yang men-download ArgoUML sejak pertama kali dirilis pada tahun 1998.

Keuntungan Case Tool :

·        Untuk Meningkatkan Produktivitas pengembangan Software,membuat Prototype dapat dilakukan dengan mudah
·        Untuk Meningkatkan Produktivitas pengembangan Software,membuat Prototype dapat dilakukan dengan mudah.

Kelemahan Case Tool :

·        Jika dukungan Manajemen terhadap Penggunaan Case kurang, maka akan menimbulkan masalah dan Harga Case akan semakin Mahal Case Tool adalah Suatu Perangkat Lunak yang berguna bagi para pengembang dalam merencanakan,menganalisa,merancang SI.
·        Jika dukungan Manajemen terhadap Penggunaan Case kurang, maka akan menimbulkan masalah dan Harga Case akan semakin Mahal.

Nama Kelompok :

1. Yayuk Devi Triyanti             (19110689)
2. Yuniar Elfrida                       (18110777)
3. Sri Wahyuningsih                  (16110673)
4. Sri Purwandari                     (16110668)
5. Nuralfi Syahrin                     (15110112)
6. Lusi Sulistyarini                    (14110096)
7. Devi Dayanti                        (11110876)
8. Deskenda Dyah Setyowati   (11110843)
9. Desi Laila                            (11110834)

Mata Kuliah :
Testing & Implementasi Sistem