CASE merupakan suatu teknik yang digunakan untuk membantu satu atau
beberapa fase dalam life-cyclesoftware, termasuk fase analisis, desain,
implementasi dan maintenance dari software tersebut.
Manfaat CASE Tool diantaranya adalah :
- Meningkatkan kecepatan
CASE
Tool memberikan otomatisasi dan mengurangi waktu untu menyelesaikan
pekerjaan-pekerjaan, khususnya pekerjaan yang melibatkan penggambaran diagram
dan yang berhubungan dengan spesifikasi.
- Meningkatkan Akurasi
CASE
Tool dapat menyediakan debugging dan error checking berkelanjutan yang mana
sangat penting menghilangkan kerusakan secara dini, yang berperan penting dalam
mementuk software yang modern. Jika koreksi dilakukan di tahap awal, misalnya
tahapan desain, maka akan menghemat waktu dan tenaga. Saat system bertambah
besar, system akan lebih susah untuk dimodifikasi. Pencarian error menjadi
lebih sulit.
- Mengurangi Waktu Perawatan
CASE
menyediakan tool untuk reenginering yang penting karena membuat proses menjadi
efisien, hemat waktu, dan murah dengan cara menemukan bagian-bagian yang lama
dari sistem yang dapat dipakai kembali.
- Dokumentasi yang lebih baik
Banyak
tools memiliki revisi-revisi untuk komentar dan catatan mengenai pengembangan
sistem dan perawatannya.
- Pemrograman oleh Non Programmer
Dengan
berkembangnya teknologi berorientasi objek dan client server, pemrograman dapat
juga dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pemrograman.
Penting untuk memahami logika program dan memiliki kemampuan untuk menganalisis
organisasi program yang dipakai dalam membangun software yang baik. Dengan
menggunakan lower case tool, dimungkinkan untuk mengembangkan software dari
desai awal dan tahap analisis.
- Manfaat yang tak tampak
CASE
Tool dapat digunakan untuk mmengikut sertakan pemakaii, sehingga didapatkan
penerimaan yang baik terhadap sistem yang baru.
CASE tools
dibagi menjadi beberapa kategori:
- Information engineering-supporting products. Ada beberapa proses dari life-cycle, yang dihasilkan dari rencana strategis dari perusahaan dan yang menyediakan suatu repository untuk membuat dan memelihara enterprise models, data models dan process models.
- Structured diagramming-supporting
products. Produk ini sangat mendukung dalam memodelkan data flow, control
flow dan entity flow.
- Structured development
aids-providing products. Merupakan produk yang cocok digunakan oleh sistem
analis, karena didukung oleh suatu proses terstruktur sehingga
penganalisaan lebih cepat dan akurat.
- Application-code-generating
products. Produk ini mampu menghasilkan application-code untuk tujuan
tertentu yang telah ditetapkan oleh designer.
Jenis-Jenis CASE Tool adalah sebagai
berikut :
·
Upper CASE
Tool
Tool ini digunakan untuk merencanakan sistem,
analisis sistem, dan desain umum sistem
Contoh Software
Upper Case :
1. Photoshop : perangkat lunak
editor citra buatan adobe system yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar
dan pembuatan efek.
2. Ken Rename : software dengan
utilitas untuk mengubah nama tambahan jumlah file dan memiliki pohon direktori
untuk memilih file.Ken rename memiliki banyak kebiasaan pintas keyboard untuk
membantu pengguna memastikan aliran cepat dan mudah dari aplikasi.
3. Adobe Premier : perangkat lunak
editor yang dikhususkan untuk pengeditan video/film dengan berbagai efek.
4. Batch File Rename : Aplikasi yang
mempu mengkonversi file ke dalam share point kompatibel serta format yang
kompatibel internet dan menyediakan fitur yang berbeda untuk nomor renumbering
urutan dan mengubah nama file musik Mp3 dengan bantuan tag seperti album,judul.
5. Software Password Generator :
program yang dirancang untuk menghasilkan crack,pasword dengan mudah dan
cepat,kita dapat mengubah password yang sangat kuat hingga 128 panjang karakter
untuk semua acount.sementara untuk membuat sandi,kita dapat menggunakan
huruf,angka,simbol,dan juga sebagai kombinasi.
6. ACSESE
7. VISIO
8. NAFICAT
·
Lower CASE
Tool
Tool ini digunakan untuk desain sistem secara
detail, implementasi sistem, dan dukungan sistem
Contoh Software
Lower Case :
1. Java : bahasa pemograman yang
dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon dan dapat dikembangkan
ke dalam berbagai aplikasi.
2. Netbeans : Software untuk
pengembangan aplikasi desktop java,dan sebuah Integrated Development
Environment (IDE) yang dibangun menggunakan platform NetBeans.Platform NetBeans
memungkinkan aplikasi dibangun dari sekumpulan komponen perangkat lunak moduler
(arsip java yang memuat kelas-kelas java untuk berinteraksi dengan NetBeans
Open API dan file manifestasi yang mengidentifikasinya sebagai modul.
3. BPM ( bussiness process
management ) tool : perangkat lunak yang disediakan untuk membantu organisasi
dalam mengelola proses bisnis yang dimilikinya mulai dari tahap perancangan,
lalu otomasi (komputerisasi), kemudian eksekusi, hingga tahap monitoring.
4. Visual Basic : Pemograman yang
mudah digunakan untuk pengembangan aplikasi,baik itu aplikasi kecil maupun
aplikasi besar.
5. Desk Tool : alat yang dapat
digunakan untuk meminimalkan aplikasi apapun,juga dapat membuat aplikasi
transparan.Desk Tool merupakan paket dengan banyak tools canggih lainnya
seperti CritHide (menyembunyikan semua aplikasi yang berisi kata kunci
particular).
6. MS SQL
7. FOXPRO
8. ORACLE
9. INNOSET UP
10.VB DEPLOYMENT
·
Cross Life
Cycle Case Tools
Tool ini mendukung keseluruhan life cycle, seperti
halnya manajemen proyek dan perkiraan biaya, dan sebagainya
·
Case Tool For
System Planning
Tool ini membantu analis menangkap, menyimpan, dan
menganalisis model bisnis. Contoh tool ini adalah Knowledger’s ADW Planning
Workbench. Tool ini membantu menggambarkan sasaran bisnis, tujuan, critical
success factor, masalahmasalah, struktur organisasi, kebutuhan informasi,
kebutuhan fungsional, dan sebagainya. Informasi-informasi ini dapat dimasukkan
dalam bentuk model (gambar), deskripsi, dan matriks.
·
CASE Tools
for systems Analysis and Design
Membantu analis mengekspresikan kebutuhan-kebutuhan
user dengan lebih baik, menganjurkan solusi desain dan menganalisis informasi
untuk konsistensi, kelengkapan, dan integritas. Contoh dari tool ini adalah :
·
ADW Analysis,
Design and RAD Workbenches dari Knowledgeware
·
Excelerator/IS
dan Excelerator II dari Inersolve
·
System
Architect dari Popkin Software
Tool-tool ini membantu analis mengekspresikan
kebutuhan dan desain dalam bentuk model grafis dan deskripsi-deskripsi yang
menunjang. Tool-tool ini memiliki kemampuan analitik untuk mengevaluasi
kualitas dan kemampuan model dan deskripsi.
·
CASE Tool for
system design and implementation
Tool ini membantu programmer aplikasi meningkatkan
produktivitas dan kualitas. Tool ini ditujukan untuk desain yang rinci dan
implementasi sitem dan membantu desainer dan programmer lebih cepat membangun
software aplikasi.
·
CASE Tool for
system support
Tool ini membantu meresttukturisasi kode program
yang ada ata yang lama agar lebih mudah dirawat, merekayasa ulang program untuk
mengakomodasi teknologi baru, memulihkan informasi-informasi yang bisa dipakai
dan membangun kembali sistem informasi dengan menggunakan modul-modul program,
dan menentukan kapan biaya perawatan melebihi manfaatnya.
·
Reverse
Engineering Tools
Tool ini menjembatani lower-case tool dan uppe case
tool. Tool ini membantu dalam proses menganalisis kode program aplikasi dan
database yang ada untuk membuat representasi kode yang lebih tinggi
tingkatannya.
Tahapan dalam
menggunakan suatu CASE toolsyang harus dilakukan terlebih dahulu. Diantaranya:
- Lakukan studi terhadap teknologi
yang ada agar kita bisa mempersiapkan dampak perubahan teknologi yang akan
terjadi nantinya, sehingga model yang dibangun nantinya bisa fleksibel
terhadap perubahan.
- Evaluasi bagaimana jika organisasi
yang sudah ada harus dibangun ulang agar bisa mengambil keuntungan dari
teknologi baru.
- Tetapkan suatu ketentuan untuk
mengganti sistem yang lama dengan teknologi baru yang paling efektif.
- Tentukan suatu metodologi
pembangunan sistem.
Setelah
melakukan tahapan-tahapan tersebut, barulah kita bisa menentukan CASE tools
yang akan dipakai, misalnya : Poseidon for UML atau ArgoUML.
ArgoUML
ArgoUML merupakan suatu tools interaktif yang digunakan untuk mendesain,
membangun dan mendokumentasikan perangkat lunak berbasis objek. ArgoUML
dibangun oleh Jason Robbins bersama rekan-rekannya di Universitas California.
ArgoUML
digunakan oleh para desainer, developer, analis, dan yang lainnya yang terlibat
dalam analisa, desain dan pembangunan suatu perangkat lunak. Salah satu
keunggulannya adalah 100% platform independent dan open source. Sebenarnya
ArgoUML sendiri tidak untuk diproduksi/dipasarkan secara resmi. Ada beberapa
masalah yang mungkin timbul ketika digunakan. Dibandingkan dengan tools serupa
yang komersil, ArgoUML bisa dikatakan kurang stabil. Namun karena itulah
ArgoUML bersifat open source, tujuannya agar kita bisa memperluas dan mengcustomize
sendiri fitur-fitur yang diinginkan serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang
ditemukan.
Untuk tujuan
pendidikan dan komersil, ArgoUML bisa dikatakan menarik banyak peminat. Ini
terbukti sampai pada pertengahan tahun 2001 sudah tercatat 100.000 orang yang
men-download ArgoUML sejak pertama kali dirilis pada tahun 1998.
Keuntungan Case Tool :
·
Untuk Meningkatkan
Produktivitas pengembangan Software,membuat Prototype dapat dilakukan dengan
mudah
·
Untuk Meningkatkan
Produktivitas pengembangan Software,membuat Prototype dapat dilakukan dengan
mudah.
Kelemahan Case Tool :
·
Jika dukungan Manajemen
terhadap Penggunaan Case kurang, maka akan menimbulkan masalah dan Harga Case
akan semakin Mahal Case Tool adalah Suatu Perangkat Lunak yang berguna bagi
para pengembang dalam merencanakan,menganalisa,merancang SI.
·
Jika dukungan Manajemen
terhadap Penggunaan Case kurang, maka akan menimbulkan masalah dan Harga Case
akan semakin Mahal.
Nama Kelompok :
1. Yayuk Devi Triyanti (19110689)
2. Yuniar Elfrida (18110777)
3. Sri Wahyuningsih (16110673)
4. Sri Purwandari (16110668)
5. Nuralfi Syahrin (15110112)
6. Lusi Sulistyarini (14110096)
7. Devi Dayanti (11110876)
8. Deskenda Dyah Setyowati (11110843)
9. Desi Laila (11110834)
Mata Kuliah :
Testing & Implementasi Sistem
Tidak ada komentar:
Posting Komentar